PERAN KOTA JUANG DALAM PERTEMPURAN MEDAN AREA TAHUN 1947

Rahmadan Fatdrizal (2021), PERAN KOTA JUANG DALAM PERTEMPURAN MEDAN AREA TAHUN 1947. Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Penelitian yang berjudul “Peran Kota Juang Dalam Pertempuran Medan Area Tahun 1947”, bertujuan menjelaskan tentang peranan serta situasi Kota Bireuen pada masa perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia khususnya di Sumatera Timur (Sumatera Utara) atau lebih di kenal dengan sebutan Medan Area dalam kurun waktu 1947. Metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah (historis) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi lapangan, wawancara dan tinjauan pustaka. Sumber primer yang di dapatkan dari wawancara, dokumen hingga naskah yang di tulis oleh pelaku sejarah pada masa revolusi kemerdekaan di Bireuen. Ketiga peran besar Bireuen dimasa revolusi kemerdekaan Indonesia dan didukung oleh peran-peran kecil lainnya berupa peristiwa penting yang terjadi di Bireuen, maka jelas Bireuen sebagai kota Juang mempunyai Peran penting pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia khususnya pertempuran Medan Area. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bireuen kota Juang memiliki peran besar selama pertempuran Medan Area tahun 1947 dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peran Bireuen pada masa revolusi kemerdekaan tidak hanya sebatas wilayah Aceh saja tapi juga berpengaruh hingga nasional, adapun peran Bireuen dikelompokkan kedalam beberapa peranan besar, yaitu: (a) Bireuen sebagai markas besar Devisi X Komandemen Sumatera, Langkat dan Tanah Karo (b) Setelah prolamasikan kemerdekaan Indonesia langkah selanjutnya yaitu pelucutan senjata Jepang dengan cara perundingan dan perebutan (c) Bireuen sebagai sumber persenjataan (d) Bireuen sebagai studio penyiaran Radio Rimba Raya milik Devisi X Sumatera, membantah propaganda Belanda yang menyebarkan berita bohong bahwa Indonesia telah dikuasai oleh Belanda. Siaran bantahan Radio Rimba Raya menjadikan Belanda mundur hingga terjadinya Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berakhir pada pengakuan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Den Haag. (e) Bireuen sebagai basis militer dalam menggempur tentara Belanda di Medan Area. Pasukan perang, alat perang, kendaraan perang serta rapat kemiliteran pun diadakan di Bireuen. Kelompok masyarakat seperti Ulama, Saudagar, orang Tionghoa dan rakyat biasa yang saling bahu membahu dalam menyalurkan bantuan menuju Medan Area.

Kata kunci : Peran, Kota Juang, Pertempuran Medan Area

File ::(login required)
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : Rahmadan Fatdrizal
Fakultas : Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
Program.Studi : Pendidikan Sejarah (2021)
Tanggal disimpan : 23-08-2021 11:04
Terakhir diubah : 24-08-2021 06:21
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2021
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=1555
Root : https://www.unsam.ac.id
Kembali ke atas!