UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN TEMURUI (MURAYYA KOENIGII) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBA PADA DAGING IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) SECARA IN-VITRO

SU'ADAH (2021), UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN TEMURUI (MURAYYA KOENIGII) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBA PADA DAGING IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) SECARA IN-VITRO. Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Di Indonesia banyak bahan pengawet alami yang lebih aman untuk digunakan seperti M. Koenigii, M. koenigii umumnya disebut daun kari atau salam koja. Tumbuhan ini termasuk suku Rutaseae dan tumbuh di Asia seperti India, Srilangka, Malaysia, Brunai, Thailand, dan Indonesia. Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun M. koenigii sebagai pemghambat pertumbuhan bakteri pada daging ikan O. Niloticus dan Mengukur konsentrasi maksimum ekstrak daun M. koenigii sebagai pemghambat pertumbuhan bakteri pada daging ikan O. niloticus. Penelitian telah dilaksanakan pada Maret hingga September 2020 di UPT Laboratorium Dasar Universitas Samudra Langsa Sampel O. Niloticus segar dikoleksi dari tambak petani desa Sungai Pauh Tanjung Langsa Barat, kota Langsa. Adapun koleksi sampel daun temurui M. Koenigii di peroleh dari kota Langsa. Hasil penelitian yang telah dilakukan di UPT Laboratorium Dasar Universitas Samudra Langsa konsentrasi 0, 10, 20 dan 40% (g/mL) menunjukkan bahwa ekstrak temurui pada konsentrasi 40% (g/mL) menunjukkan zona hambat yang maksimum terhadap aktivitas bakteri pembusuk pada ikan O. niloticus dengan zona hambat yaitu 21,7 mm pada 0 hari, 18.5 mm pada 1 hari, 15 mm pada hari ke-2 dan 4.5 mm pada hari 3. Adapun konsentrasi ekstrak kontrol (0%), 10% dan 20% (g/mL) tidak ditemui zona hambat baik pada 0, 1, 2, dan 3 hari. Semakin tinggi konsentrasi pengawet alami ekstrak daun temurui yang digunakan maka semakin luas zona hambat yang terbentuk untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penurunan kualitas pada daging ikan nila. Berdasarkan hasil analisa ANNOVA pada perlakuan 40% (g/mL), rerata diameter zona hambat yang dihasilkan pada 0 hari tidak berbeda nyata dengan daging ikan O. niloticus yang dibiarkan 1 hari pada suhu ruangan. Namun berbeda sangat nyata dengan rerata diameter zona hambat yang dihasilkan pada 1 hari dan 2 hari. Untuk hasil pada daging ikan yang dibiarkan 1 dan hari pada suhu ruang, pemberian ekstrak daun temurui tidak berbeda nyata.

Kata kunci : Oreochromis niloticus, Murayya koeniggi. Desa Sungai Pauh

File ::(login required)
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : SU'ADAH
Fakultas : Fakultas Teknik
Program.Studi : MIPA Biologi (2021)
Tanggal disimpan : 31-03-2021 11:41
Terakhir diubah : 31-03-2021 02:54
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2021
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=1150
Root : https://www.unsam.ac.id
Kembali ke atas!