KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK BIBIT DURIAN (Durio zibertinus Murr) AKIBAT TIPE SAMBUNG PUCUK PADA KOMPOSISI MEDIA TANAM

ZULMIZAL (2018), KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK BIBIT DURIAN (Durio zibertinus Murr) AKIBAT TIPE SAMBUNG PUCUK PADA KOMPOSISI MEDIA TANAM . Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keberhasilan tumbuh bibit
durian akibat tipe sambung pucuk pada komposisi media tanam serta interaksi
dari kedua perlakuan. Penelitian bertempat di Lampoh Bijeh yang terletak di Desa Birem
Puntong Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, dengan ketinggian tempat 5 - 10
meter diatas permukaan laut (mdpl). Dimulai pada bulan September sampai
dengan November 2017. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan Acak Kelompok (RAK) pola
faktorial dengan dua faktor yaitu : Faktor tipe sambung pucuk (T) yang terdiri dari
2 taraf yaitu T1 (Pembelahan pada batang atas membentuk baji atau V), dan T2
(Pembelahan pada batang atas membentuk baji terbalik atau ˄). Faktor Media
Tanam (M) terdiri dari 4 taraf yaitu : M0 (Tanah lapisan top soil + pupuk kandang
dengan perbandingan 3 : 1), M1 (Tanah lapisan top soil : pupuk kandang : pasir
dengan perbandingan 2 : 1 : 1), M2 (Tanah lapisan top soil : Pupuk Kandang :
arang sekam dengan perbandinga 2 : 1 : 1), dan M3 (Tanah lapisan top soil :
Pupuk Kandang : cocopeat dengan perbandingan 2 : 1 : 1) Untuk mengetahui keberhasilan sambung bibit durian maka dilakukan pengamatan terhadap parameter berikut ; keberhasilan sambung, tinggi bibit umur 30, 45 dan 60 HSP, jumlah daun30, 45 dan 60 HSP , diameter batang 30, 45 dan
60 HSP dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis sambung pucuk
berpengaruh sangat nyata terhadap keberhasilan sambung bibit durian tetapi tidak
berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang dan
panjang akar. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan sambung pucuk tipe
baji (T1). Perlakuan komposisi media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap
tinggi bibit durian umur 60 HSP, diameter bibit umur 30 HSP dan panjang akar
umur 60 HSP, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 60 HSP dan
diameter bibit umur 45 HSP. Tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap
keberhasilan sambung, tinggi bibit umur 30 dan 45 HSP, Jumlah daun umur 30
dan 45 HSP, Diameter umur 60 HSP. Perlakuan terbaik ditemukan pada Tanah
lapisan top soil : Pupuk Kandang : arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1). 


Interaksi antara tipe sambung pucuk dan komposisi media tanam tidak
berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan meliputi keberhasilan tumbuh,
tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang dan panjang akar.
Berdasarkan hasil penelitian untuk mendapatkan tingkat keberhasilan
sambung pucuk yang tinggi terhadap bibit durian maka disarankan untuk
melakukan sambung pucuk tipe baji. Untuk memperoleh keberhasilan sambung
pucuk bibit durian dapat digunakan media tanam dengan komposisi Tanah lapisan
top soil : Pupuk Kandang : arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1).

Kata kunci : -
File
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : ZULMIZAL
Fakultas : Fakultas Pertanian
Program.Studi : Agroteknologi (2018)
Pembimbing : (1). Iwan Saputra, SP., MP (2). Samsul Bahri, SP., M.P.
Tanggal disimpan : 21-02-2019 16:28
Terakhir diubah : 21-02-2019 16:28
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2018
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=209