PENGETAHUAN PETANI TERHADAP PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) PADI SAWAH DI KECAMATAN LANGSA TIMUR

Riska Maulida (2021), PENGETAHUAN PETANI TERHADAP PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) PADI SAWAH DI KECAMATAN LANGSA TIMUR . Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman budidaya yang sangat penting bagi manusia karena lebih dari setengah penduduk dunia tergantung pada tanaman padi sebagai sumber bahan pangan (Utama, 2015). Peningkatan produksi padi terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin bertambah setiap tahun.Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman budidaya yang sangat penting bagi manusia karena lebih dari setengah penduduk dunia tergantung pada tanaman padi sebagai sumber bahan pangan (Utama, 2015). Peningkatan produksi padi terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin bertambah setiap tahun.


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan Petani Terhadap Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Padi Sawah di Kecamatan Langsa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai bulan Oktober 2020 di 3 Desa yaitu Desa Buket Meutuah, Desa Alue Merbau dan Desa Matang Cungai.


Penelitian ini menggunakan metode survei, penentuan dilakukan secara “Porposive” yaitu penentuan lokasi yang dipilih secara langsung atau sengaja dengan alasan bahwa lokasi tersebut menerapkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT). Data yang diperoleh yaitu data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara dengan petani responden. Secara garis besar penelitian dilakukan atas 3 (tiga) tahapan meliputi: (1) Survei pendahuluan, (2) Wawancara, (3) Analisis Data/Pembahasan.


Analisis data yang dilakukan meliputi: (1) Uji Validitas, Validitas adalah ketetapan atau kecermatan suatu instrument dalam pengukuran. Analisis ini dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkapkan apa yang ingin diungkap. (2) Skala Likert, skala likert digunakan untuk megukur sikap, pendapat dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial, jawaban setiap item menggunakan skala likert.


Dari hasil validitas semua kuesioner dinyatakan valid karena r hitung > r tabel. Pemahaman petani terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan petani dalam pengendalian hama terpadu (PHT) dari hasil frekuensi yang mendapat nilai tertinggi ditunjukkan di Desa Matang Ceungai, kemudian diikuti oleh Desa Alue Merbau dan Buket Meutuah.


Petani di tiga Desa yang sudah pernah mengikuti kegiatan SLPHT tidak menerapkan sistem PHT dan lebih memilih menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama karena menurut mereka pestisida nabati relatif lambat membunuh hama sedangkan pestisida kimia lebih cepat untuk mengendalikan hama.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan Petani Terhadap Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Padi Sawah di Kecamatan Langsa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai bulan Oktober 2020 di 3 Desa yaitu Desa Buket Meutuah, Desa Alue Merbau dan Desa Matang Cungai.
Penelitian ini menggunakan metode survei, penentuan dilakukan secara “Porposive” yaitu penentuan lokasi yang dipilih secara langsung atau sengaja dengan alasan bahwa lokasi tersebut menerapkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT). Data yang diperoleh yaitu data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara dengan petani responden. Secara garis besar penelitian dilakukan atas 3 (tiga) tahapan meliputi: (1) Survei pendahuluan, (2) Wawancara, (3) Analisis Data/Pembahasan.
Analisis data yang dilakukan meliputi: (1) Uji Validitas, Validitas adalah ketetapan atau kecermatan suatu instrument dalam pengukuran. Analisis ini dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkapkan apa yang ingin diungkap. (2) Skala Likert, skala likert digunakan untuk megukur sikap, pendapat dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial, jawaban setiap item menggunakan skala likert.
Dari hasil validitas semua kuesioner dinyatakan valid karena r hitung > r tabel. Pemahaman petani terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan petani dalam pengendalian hama terpadu (PHT) dari hasil frekuensi yang mendapat nilai tertinggi ditunjukkan di Desa Matang Ceungai, kemudian diikuti oleh Desa Alue Merbau dan Buket Meutuah.
Petani di tiga Desa yang sudah pernah mengikuti kegiatan SLPHT tidak menerapkan sistem PHT dan lebih memilih menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama karena menurut mereka pestisida nabati relatif lambat membunuh hama sedangkan pestisida kimia lebih cepat untuk mengendalikan hama.

Kata kunci : Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

File ::(login required)
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : Riska Maulida
Fakultas : Fakultas Pertanian
Program.Studi : Agroteknologi (2021)
Tanggal disimpan : 26-02-2021 16:05
Terakhir diubah : 01-03-2021 22:27
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2021
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=1005
Root : https://www.unsam.ac.id
Kembali ke atas!