ANALISI SOSIAL EKONOMI PEMBUAT TERASI DI GAMPONG SIMPANG LHEE KECAMATAN LANGSA BARAT

Marta Tilaar Manurung (2021), ANALISI SOSIAL EKONOMI PEMBUAT TERASI DI GAMPONG SIMPANG LHEE KECAMATAN LANGSA BARAT. Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Gampong Simpang Lhee terkenal sebagai daerah tempat pembuatan terasi, terasi atau belacan. Hampir seluruh masyarakat Gampong Simpang Lhee memproduksi terasi yang dihasilkan dari udang-udang rebon (sabe) dan bahan lainnya yang diolah  menjadi terasi. Pengolahan hasil tangkapan yang dilakukan oleh pembuat terasi masih dilakukan secara tradisional dan masih pada skala usaha rumah tangga atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sehingga tingkat produksi relatif rendah dan kualitasnya kurang optimal. Hal ini tentu saja merupakan suatu masalah yang dapat mempengaruhi nilai produksi yang dihasilkan oleh pembuat terasi. Menurut Kuncoro (dalam Abdurrachman & Rival, 2017) terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh pembuat terasi pada skala usaha rumah tangga atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yaitu keterbatasan modal dan kesulitan mendapatkan bahan baku. Kendala tersebut sering dihadapi oleh pembuat terasi yang memiliki modal kecil sehingga pembuat terasi cenderung membatasi produksi terasi bahkan tidak memproduksi terasi sama sekali, dikarenakan pada musim paceklik harga-harga kebutuhan bahan baku seperti udang (sabe) melambung tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pembuat terasi di Gampong Simpang Lhee kecamatan Langsa Barat. Penelitian ini dilakuka di Gampong Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Teknik analisi data dilakukan dengan cara Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian Data), Conclusion Drawing (Verifikasi). Hasil dari penelitian ini yaitu terdiri Usaha pembuatan terasi mampu berperan terhadap peningkatan kondisi sosial ekonomi pembuat terasi di Gampong Simpang Lhee Kecaamatan Langsa Barat. Tingkat pendapatan pembuat terasi di Gampong Simpang Lhee sebagian besar masih tergolong mencukupi dengan pendapatan kurang dari Rp. 3.000.000-Rp.5.000.000 per bulannya, sehingga pendapatan yang didapatkan oleh pembuat terasi cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan kehidupan sosial ekonomi pembuat terasi meningkat dengan adanya usaha terasi tersebut. Mampu meningkatkan tingkat pendidikan dan pendapatan. Maka dari itu perlunya penyuluhan perhatian serius dari pemerintah seperti bantuan modal peralatan yang didistribusikan secara merata kepada seluruh pembuat usaha terasi dalam mendukung kegiatan pembuatan usaha terasi tetap berjalan lancar di Gampong Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat.

Kata kunci : Usaha Pembuat Terasi, Kondisi Sosial Ekonomi

File ::(login required)
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : Marta Tilaar Manurung
Fakultas : Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
Program.Studi : Pendidikan Geografi (2021)
Tanggal disimpan : 26-04-2021 14:25
Terakhir diubah : 01-05-2021 07:40
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2021
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=1238
Root : https://www.unsam.ac.id
Kembali ke atas!