PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH DAN PUPUK TSP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L)

RISKA (2018), PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH DAN PUPUK TSP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) . Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh dan
dosis pupuk TSP terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah serta
interaksi kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Pasir Putih Kecamatan Peureulak
Kabupaten Aceh Timur, yang dilakukan pada bulan November 2016 sampai
Februari 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola
faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu Faktor Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
dengan notasi (Z) yang terdiri dari 3 taraf : Z1 = Sitokinin, Z2 = Giberelin, Z3 =
Auxin. Faktor Dosis Pupuk TSP (P) yang terdiri dari 4 taraf : P0 = 0 kg/ha, P1 = 50
kg/ha, P2 = 100 kg/ha, P3 = 150 kg/ha. Untuk menggambarkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah dilakukan pengamatan tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah
cabang pada umur 15, 30 dan 45 HST, berat biji kering per tanaman sampel, berat
biji kering per plot dan berat 100 butir biji kering.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan ZPT berpengaruh sangat
nyata terhadap berat biji kering per plot, selanjutnya berpengaruh nyata terhadap
tinggi tanaman umur 30 dan 45 HST, jumlah cabang pada umur 45 HST dan berat 100 butir biji kering, sedangkan pada tinggi tanaman pada umur 15 HST, jumlah
cabang pada umur 15, 30 HST dan berat biji kering per tanaman sampel
berpengaruh tidak nyata. Data hasil pengamatan jenis zat pengatur tumbuh yang
terbaik dijumpai pada perlakuan Z2 (zat pengatur tumbuh giberelin).
Dosis pupuk TSP berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada
umur 30 dan 45 HST, jumlah cabang pada umur 30 HST dan berat biji kering per
plot, selanjutnya berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang pada umur 45 HST
dan berat 100 butir biji kering, sedangkan pada tinggi tanaman 15 HST dan
jumlah cabang pada umur 15 HST dan berat biji kering per tanaman sampel
berpengaruh tidak nyata. Data hasil pengamatan dosis pupuk TSP yang terbaik
dijumpai pada perlakuan P2 (100 kg/ha). Interaksi antara zat pengatur tumbuh dan dosis pupuk TSP hanya
berpengaruh nyata pada berat biji kering per plot, sementara terhadap semua
parameter lainnya tidak berpengaruh nyata.
Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil
tanaman kacang tanah yang optimal disarankan menggunakan zat pengatur
tumbuh giberelin dan dosis pupuk TSP 100 kg/ha

Kata kunci : -
File
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : RISKA
Fakultas : Fakultas Pertanian
Program.Studi : Agroteknologi (2018)
Tanggal disimpan : 12-02-2019 11:01
Terakhir diubah : 11-02-2019 23:01
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2018
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=94