EKSISTENSI KESENIAN BARONGSAI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG TAHUN 2017

YUNITA SARI (2018), EKSISTENSI KESENIAN BARONGSAI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG TAHUN 2017 . Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Barongsai merupakan salah satu kesenian milik etnis China atau Tionghoa.
Saat ini etnis Tinghoa tersebar hampir keseluruh wilayah Indonesia. Pada
umumnya masyarakat Tionghoa yang ada di Indonesia berkerja sebagai pedagang
yang handal, namun selain itu mereka turut membawa budaya atau kesenian
mereka ke tempat mereka tinggal di Indonesia. Salah satu contohnya, adalah
kesenian barongsai yang saat ini juga terdapat pada orang-orang Tionghoa di
Kabupaten Aceh Tamiang.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menjadi faktor
utama dari perkembangan kesenian barongsai milik etnis Tionghoa di Aceh
Tamiang. selain itu penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana eksistensi
kesenian barongsai di Aceh Tamiang, sekaligus bukti-bukti terkait eksistensi
kesenian barongsai tersebut.  Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitiatif, yaitu penelitian yang bersifat pada kata-kata atau data dan
gambaran pada suatu lingkungan teretentu yang langsung menjadikan sebuah
lingkungan dilapangan sebagai fokus utama, selain itu peneltian ini lebih
menonjolkan pada sebuah proses yang dan makna yang terjadi dalam sebuah
lingkungan, seperti pada lingkungan etnis Tionghoa di Aceh Tamiang. Hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan ini, bahwa faktor utama yang membuat kesenian barongsai mampu eksis ditengah-tengah kehidupan
masyarakat Aceh Tamiang yaitu terbagi dalam empat faktor. Yaitu faktor
keunikan dari penampilan barongsai, faktor solidaritas orang-orang Tionghoa,
faktor adanya Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Aceh Tamiang, dan
faktor periode reformasi. Dimana keempat faktor ini telah mambuat kesenian
barongsai eksis di tengah-tengah masyarakat Aceh Tamiang. Sementara itu bukti
daripada eksistensi kesenian barongsai di Aceh Tamiang dibuktikan dengan
adanya penampilan barongsai pada setiap tahun pada peringatan Imlek. Bahkan
ada beberapa kali kesenian barongsai juga hadir dalam memperingati hari jadi
Aceh Tamiang dan juga hari Kemerdekaan Indonesia di Kabupaten Aceh
Tamiang. Hal tersebut telah membuktikan bahwa kesenian barongsai dapat
diterima oleh masyarakat kabupaten Aceh Tamiang.
Kesimpulan dari keseluruhan hasil penelitian ini adalah, kesenian
barongsai di Aceh Tamiang dapat berkembang dan eksis di pengaruhi oleh empat
faktor yaitu, faktor keunikan, faktor solidaritas, faktor adanya FOBI, dan yang
terakhir faktor periode reformasi. Kemudian eksistensi kesenian barongsai dapat
dibuktikan dengan penampilan barongsai disetiap tahun pada hari Imlek dan
sesekali dalam acara hari jadi Aceh Tamiang dan juga kemerdekaan Indonesia.
Penulis menyarankan kepada kita semua khususnya sebagai orang penduduk
lokal, hendaknya menjaga budaya atau kesenian kita sendiri agar tidak hilang.
Atau kita dapat mencontoh orang-orang Tionghoa dalam menjaga budayanya
meski mereka sebagai etnis minoritas.

Kata kunci : Kesenian Barongsai, Etnis Tionghoa, Aceh Tamiang.
File
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : YUNITA SARI
Fakultas : Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
Program.Studi : Pendidikan Sejarah (2018)
Pembimbing : (1). Drs. Teuku Junaidi, M.Pd. (2). Madhan Anis, S.Pd., M.Pd.
Tanggal disimpan : 21-02-2019 11:30
Terakhir diubah : 21-02-2019 11:30
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2018
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=190