POTENSI HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK ORGANIK

BURHANUDDIN (2018), POTENSI HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK ORGANIK . Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati dan pupuk
organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi serta interaksi kedua
perlakuan tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Kuruk Satu Kecamatan Seruway
Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian dimulai dari bulan Maret 2018 sampai
dengan bulan Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial,
yang terdiri dari 2 faktor yaitu Faktor Pupuk Hayati dengan notasi (H) yang terdiri
dari 4 taraf : H0 = 0 ml/liter air, H1 = 5 ml/liter air, H2 = 10 ml/liter air, H3 = 15
ml/liter air. Faktor Pupuk Organik (O) yang terdiri dari 4 taraf : O0 = 0 g/tanaman,
O1 = 1,6 g/tanaman, O2 = 2,4 g/tanaman, O3 = 3,2 g/tanaman.
Untuk menggambarkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi dilakukan
pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah per tanaman sampel, bobot
basah per plot. Perlakuan Pupuk Hayati berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun
pada umur 21 HST, bobot basah per tanaman sampel, dan bobot basah per plot,
selanjutnya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 21
HST. Namun tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun pada umur 14HST.


Data hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi pupuk
kayati H2 (10 ml/liter air). Perlakuan pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman
pada umur 21 HST, jumlah daun pada umur 21 HST, bobot basah per tanaman
sampel dan bobot basah per plot, tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter
tinggi tanaman pada umur 14 HST dan pada jumlah daun pada umur 14 HST tidak
berpengaruh nyata. Dosis pupuk organik Petroganik terbaik dijumpai pada
perlakuan O3 (3,2 g/tanaman). Interaksi perlakuan Pupuk Hayati dan Pupuk Organik berpengaruh nyata
terhadap bobot basah per tanaman sampel, perlakuan terbaik dijumpai pada
interaksi H2O3. Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil
sawi yang baik maka disarankan melakukan budi daya sawi dengan konsentrasi
pupuk hayati (10 ml/liter air) yang dikombinasikan dengan pupuk organik dengan
dosis (3,2 g/tanaman).

Kata kunci : -
File
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : BURHANUDDIN
Fakultas : Fakultas Pertanian
Program.Studi : Agroteknologi (2018)
Tanggal disimpan : 21-02-2019 10:15
Terakhir diubah : 20-02-2019 22:15
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2018
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=176