PENGARUH LAMA DEFOLIASI ENTRES DAN TIPE PENYAMBUNGAN TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK KAKAO (Theobroma cacao. L)

RUSMAINI (2018), PENGARUH LAMA DEFOLIASI ENTRES DAN TIPE PENYAMBUNGAN TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK KAKAO (Theobroma cacao. L) . Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama defoliasi entres
dan tipe penyambungan terhadap keberhasilan sambung pucuk kakao. Baik secara
faktor tunggal maupun interaksi.
Penelitian dilaksanakan di Desa Paya Bujuk Seuleumak Kecamatan
Langsa Baro, Kota Langsa. Penelitian ini berlangsung mulai Bulan Januari sampai
dengan Maret 2018.


Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola
faktorial, yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama Lama Defoliasi entres dengan
notasi (L), yang terdiri dari 4 taraf yaitu L1 =lama defoliasi entres dilakukan saat
penyambungan, L2=lama dfoliasi entres dilakukan 3 hari sebelum penyambungan,
L3=lama defoliasi entre dilakukan 6 hari sebelum penyambungan dan L4=lama
defoliasi entres dilakukan 9 hari sebelum penyambungan. Faktor kedua tipe
penyambungan dengan notasi (P) yang terdiri dari 2 taraf yaitu P1 = Sambung
Baji, P2 = Sambung cemiti. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu
persentase bibit jadi(%), lama tunas melintis (hari), panjang tunas (cm), diameter
pangkal tunas (mm) dan jumlah daun (helai).


Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama defoliasi berpengaruh sangat
nyata terhadap parameter, panjang tunas umur 60 HSS, diameter tunas 30, 45 dan 60 HSS, jumlah daun umur 30, 45 dan 60 HSS dan berpengaruh nyata terhadap
parameter persentase bibit jadi, panjang tunas umur 30 dan 45 HSS, sedangkan
pada parameter lama tunas melintis berpengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik
diperoleh pada perlakuan D4 (lama defoliasi entres dilakukan 9 hari sebelum
penyambungan).Tipe penyambungan berpengaruh nyata terhadap parameter panjang tunas,
umur 30, 45 dan 60 HSS, dan diameter tunas umur 45 HSS. Namun berpengaruh
tidak nyata pada parameter persentase bibit jadi, lama tunas melintis dan jumlah
daun. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan P1 (Sambung baji).
Interaksi antara kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh
parameter yang diamati meliputi, persentase bibit jadi, lama tunas melintis,
panjang tunas, diameter tunas dan jumlah daun
Berdasarkan hasil penelitian ini dalam defoliasi entres dapat digunakan
defoliasi entres 9 hari sebelum penyambungan
sedangkan jenis/tipe penyambungan dapat digunakan dengan tipe
penyambungan sambung baji.

Kata kunci : -
File
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : RUSMAINI
Fakultas : Fakultas Pertanian
Program.Studi : Agroteknologi (2018)
Tanggal disimpan : 14-02-2019 11:32
Terakhir diubah : 13-02-2019 23:32
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2018
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=125