PENGARUH BIOCHAR DAN KOMPOS KULIT KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI KEDELAI (Glycine Max (L.) Merr)

HAFIZA FITRI (2018), PENGARUH BIOCHAR DAN KOMPOS KULIT KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI KEDELAI (Glycine Max (L.) Merr) . Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Untuk mengetahui pengaruh biochar dan kompos kulit kopi terhadap
pertumbuhan dan hasil produksi kedelai serta interaksi kedua perlakuan.
Penelitiantelahdilaksanakan di Desa Suka Mulia Upah Kecamatan Banda Mulia
Kabupaten Aceh Tamiang.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu Faktor biochar arang
sekam padi (B) yaitu dosis 4 taraf yaitu :B0 : kontrol atau 0 kg/plot, B1 : 10 ton/ha
atau 1 kg/plot, B2 : 20 ton / ha atau 2 kg/plot, B3 : 30 ton / ha atau 3 kg/plot dan
Faktor kompos kulit kopi (K) terdiri dari 4 taraf yaitu :K0 : Kontrol atau 0 kg/plot,
K1 : 10 ton / ha atau 1 kg/plot, K2 : 20 ton /ha atau 2 kg/plot, K3 : 30 ton /ha atau 3
kg/plot. Untuk menggambarkan pertumbuhan tanaman kacang kedelai dilakukan
pengamatantinggi tanaman30 HST, 40 HST dan 50 HST, jumlah cabang umur 30
HST, 40 HST dan 50 HST,jumlah polong pertanaman, berat 100 biji kering dan
berat biji kering per plot. Pemberian biochar berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman
umur 50 HST, jumlah cabang umur 50 HST, jumlah polong pertanaman,berat 100 bijikering dan berat biji kering per plot. Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada
perlakuan B3(biochar dengan dosis 30 ton/ ha atau 3 kg/plot).
Pemberian kompos kulit kopi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi
tanaman umur 50 HST, jumlah cabang umur 50 HST, jumlah polong pertanaman,
berat 100 biji kering dan biji kering per plot. Hasil pengamatan terbaik diperoleh
pada perlakuan K3(kompos kulit kopi dengan dosis 30 ton/ ha atau 3 kg/plot).
Interaksi antara biochar dan kompos kulit kopi berpengaruh sangat nyata
terhadap berat biji kering per plot. Tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi
tanaman umur 30, 40 dan 50 HST, jumlah cabang umur 30, 40 dan 50 HST,
jumlah polong pertanaman dan bobot 100 biji. Kombinasi terbaik diperoleh pada
perlakuan B3K3 (biochar dengan dopis 30 ton/ ha atau 3 kg/plot dan kompos kulit
kopi dengan dosis 30 ton/ ha atau 3 kg/plot).
Sesuai dengan hasil penelitian ini untuk mendapatkan pertumbuhan
tanaman kedelai terbaik disarankan menggunakan biochar dengan dopis 30 ton/ ha
atau 3 kg/plot dan kompos kulit kopi dengan dosis 30 ton/ ha atau 3 kg/plot.

Kata kunci : -
File
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : HAFIZA FITRI
Fakultas : Fakultas Pertanian
Program.Studi : Agroteknologi (2018)
Tanggal disimpan : 14-02-2019 11:24
Terakhir diubah : 13-02-2019 23:24
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2018
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=124