PERAN MOHAMMAD NATSIR PADA MASA ORDE LAMA (1959 - 1966)

Murnita Sari (2015), PERAN MOHAMMAD NATSIR PADA MASA ORDE LAMA (1959 - 1966) . Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Mohammad Natsir adalah putra keluarga sederhana, dilahirkan didaerah Minangkabau pada tanggal 17 Juli 1908. Ayahnya, Idris Sutan Saripado dan ibunya bernama Khadijah di Kampung Jembatan Berukir, kenagarian Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Setelah mendapatkan pendidikan agama dari orang tuanya Mohammad Natsir memulai sekolah formalnya di Hollandsch Inlandsche School (HIS) pada tahun 1923 di usia delapan tahun sambil bersekolah Mohammad Natsir juga belajar agama Islam pada Haji Musa di kota Solok, kemudian MULO pada tahun 1927 dan Algemeene Middelbare School (AMS) pada tahun 1930, pada masa ini Mohammad Natsir telah banyak berkenalan para tokoh-tokoh Indonesia dan aktif dalam organisasi pergerakan nasional. Pada masa kemerdekaan Mohammad Natsir terjun kedalam dunia politik dan menjadi Perdana Menteri pada 7 September 1950. yang mewakili partai Masyumi namun karena kedekatannya dengan tokoh-tokoh Islam radikal sehingga hubungannya dengan presiden Soekarno menjadi renggang bahkan dia dianggap sebagai pemberontak oleh pemerintah Orde Lama. Setelah PRRI-Permesta dapat ditumpas Mohammad Natsir menjadi tahanan politik sampai dengan muncunya pemerintah Orde Baru pada tahun 1965. Mohammad Natsir wafat pada 6 Februari 1993.


Tulisan ini bertujuan untuk mengumpulkan data guna memperoleh fakta yang kongkrit berkenaan dengan judul skripsi ini terutama yang berkenaan dengan peran Mohammad Natsir dalam pemerintahan Orde Lama di Indonesia.


Dalam rangka mewujudkan tulisan ini, penulis menggunakan metode sejarah kritis dengan teknik library research melalui langkah heuristik, kritik,   menginterpretasikan  atau menganalisa sumber serta melakukan hitoriografi dengan teknik, yaitu penelitian yang penulis lakukan di perpustakaan.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosok Mohammad Natsir lahir dari keluarga sederhana Minangkabau namun sangat ketat dalam hal agama (Islam). Mohammad Natsir telah aktif dalam politik Indonesia sejak masih sebagai pelajar sampai dengan masa pemerintahan Orde Lama, setelah orde Lama berakhir pada tahun 1965, Muhammad Natsir sangat aktif pergerakan Islam.


Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada generasi muda agar menjadikan tokoh-tokoh pejuang bangsa sebagai idolanya sehingga dapat menjadi motivasi dalam belajar dalam rangka menggapai hari esok yang lebih baik.

Kata kunci : Mohammad Natsir, Orde Lama

File ::(login required)
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : Murnita Sari
Fakultas : Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
Program.Studi : Pendidikan Sejarah (2015)
Tanggal disimpan : 06-04-2021 10:04
Terakhir diubah : 06-04-2021 22:56
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2015
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=1163
Root : https://www.unsam.ac.id
Kembali ke atas!