NILAI-NILAI KARAKTER KEPEMIMPINAN SULTAN AL KAHAR DI KERAJAAN ACEH DARUSSALAM TAHUN 1537 M - 1571 M

Dara sintia (2019), NILAI-NILAI KARAKTER KEPEMIMPINAN SULTAN AL KAHAR DI KERAJAAN ACEH DARUSSALAM TAHUN 1537 M - 1571 M. Skripsi, Universitas Samudra.

ABSTRAK

Kesultanan Aceh Darussalam merupakan salah satu kerajaan Islam yang memiliki kekuasaan dan kekuatan besar sehingga disegani oleh beberapa kerajaan tetangga. Memasuki tahun 1537 M – 1571 M, Kerajaan Aceh Darussalam dipimpin oleh sultan yang bernama Sultan Al Kahar. Ia salah satu tokoh penting dalam perkembangan Kerajaan Aceh Darussalam. Dengan ketegasan serta karakter kepemimpinan yang dimiliki ia mampu mengembangkan kerajaan menjadi lebih baik lagi. Setiap penguasa tentu memiliki karakter kepemimpinan yang khas, salah satunya adalah Sultan Al Kahar. Jika dilihat secara umum, maka karakter kepemimpinan yang ia miliki lebih kepada corak partisipatif.


Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk melakukan pengkajian lebih mendalam berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1537 M sampai dengan 1571 M serta menganalisis nilai-nilai karakter kepemimpinan yang dimiliki oleh Sultan Al Kahar selama ia menjabat sebagai sultan.


Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah kritis, dimana ada 4 tahap yang harus dilakukan, yakni: pengumpulan data (heuristic); kritik sumber (verifikasi); analisis data (interpretasi); serta penulisan sejarah sebagai peristiwa (historiografi).


Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil Selama masa kepemimpinannya, Sulta Al Kahar memiliki beberapa karakter khusus dalam hal menjalankan roda pemerintahan. Sultan Al Kahar memiliki nilai-nilai kepemimpinan, seperti : nilai reaktif, nilai tribalistik, dan nilai sosio-sentris. Secara garis besar Sultan Al Kahar memiliki karakter kepemimpinan partisipatif dikarenakan dalam setiap pengambilan kebijakan, beliau senantiasa mendengarkan pendapat dari para pejabat istana. Ia membentuk serta menjadikan lembaga-lembaga negara sebagai bahagian dari setiap kebijakan atau keputusan yang hendak ia putuskan, artinya ia senantiasa bermusyawarah dengan para pejabat kerajaan lainnya. Selain itu, Sultan Al Kahar juga memiliki karakteristik kepemimpinan yang tegas dan berani, hal tersebut tampak ketika beliau berhasil menaklukkan beberapa daerah tetangga, seperti : Singkel, Barus, Passaman, Tiku, Pariaman dan Padang melakukan politik penaklukkan.


Kepada masyarakat Aceh khususnya masyarakat Kota Langsa mari selalu membaca berbagai macam referensi yang berkaitan dengan Kerajaan Aceh Darussalam agar dapat menimbulkan rasa cinta terhadap Daerah Aceh. Kepada pemerintah diharapkan dapat terus mendorong pengenalan Sejarah Daerah Aceh kepada masyarakat luas melalui berbagai program maupun kegiatan yang edukatif, agar nilai-nilai kearifan lokal Aceh tidak hilang ditelan zaman.

Kata kunci : Sultan Al Kahar, Kerajaan Aceh Darussalam

File ::(login required)
Tipe Items : Skripsi
Penulis/Penyusun : Dara sintia
Fakultas : Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan
Program.Studi : Pendidikan Sejarah (2019)
Tanggal disimpan : 24-03-2021 10:53
Terakhir diubah : 24-03-2021 00:19
Penerbit : Langsa, Universitas Samudra, 2019
URI : https://etd.unsam.ac.id/detail.php?id=1130
Root : https://www.unsam.ac.id
Kembali ke atas!